Sabtu, 06 September 2014

Harapan Untuk Negeriku


           69 tahun sudah negeri ini berdiri. Ya.. Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya sendiri berkat perjuangan para pahlawan dan juga relawan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya agar negeri ini bebas dari penjajah. Mulai dari pahlawan yang sering kita dengar namanya, bahkan hingga yang sama sekali kita tidak ketahui, mereka ikhlas memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, walau harus mengorbankan nyawa. Bermodalkan bambu runcing, senjata rampasan dari tentara penjajah yang ditawan, serta ridho ilahi, para pejuang dengan gagah berani, berperang melawan penjajah hingga para penjajah asing tersebut hengkang dari bumi pertiwi.
                Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan merupakan harga mati, yang harus diperoleh bagi sebuah bangsa yang benar-benar ingin mandiri. Ya.. sudah 69 tahun negara ini berdiri, lebih tua 12 tahun dibanding negara tentangga kita Malaysia. Namun, apakah kalian berpendapat bahwa kita telah benar-benar merdeka? Apakah arti dari kemerdekaan bagi sebuah negara yang sudah berdiri?
                Jika kita melihat perkembangan negara Indonesia dari awal hingga saat ini, dari zaman orde lama yang dipimpin oleh presiden pertama negeri kita Ir. Soekarno hingga saat ini, Indonesia telah banyak mengalami perubahan. Pembangunan infrastruktur disana sini, pembangunan dibidang kesehatan,seperti yang baru-baru ini diadakannya BPJS bagi masyarakat Indonesia, maupun pembangunan dibidang ekonomi. Tetapi, disisi pendidikan masyarakat Indonesia masih belum cukup merdeka. Banyak anak-anak yang tinggal didaerah (bukan didaerah pusat) seperti Jakarta, mereka masih sulit mendapatkan kesempatan untuk belajar.

 disini kita jauh lebih beruntung daripada mereka..

                Hai Generasi Muda terkadang kita merasa malas untuk pergi ke sekolah dan belajar disana, tapi lihatlah saudara kita yang sangat ingin menimba ilmu, walau harus berkilo-kilo meter dan menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, dan guru yang mengajar disana harus merangkap mengajar beberapa kelas sekaligus. Bahkan kepala sekolah pun turun tangan untuk mengajar. Disini, di Jakarta kita para Generasi Muda sudah banyak fasilitas yang diperuntukkan dan tersedia disekolah untuk kita. Wifi tersedia disekolah, ada pelajaran yang kurang dimengerti? tinggal googling.. ya kan? Kita juga tidak perlu berjalan kaki berkilo-kilo meter untuk menimba ilmu. di Jakarta banyak angkot.. Tapi, tidak jarang bukan kita merasa malas untuk pergi ke sekolah?. Ketersediaan guru dan fasilitas untuk pendidikan di kota  dan desa bagaikan bumi dan langit. Padahal anggaran yang di keluarkan oleh pemerintah untuk pendidikan periode 2008-2014 terus mengalami kenaikan.
                Lantas, salahkah anak-anak kecil yang tinggal didaerah perbatasan Indonesia-Malaysia di Nunukan Kalimantan Timur lebih mahir berbahasa Melayu dibanding Bahasa Indonesia, Serta menyanyikan lagu kebangsaan negara lain lebih dahulu kemudian baru menyanyikan lagu kebangsaan negeri ini sebelum mereka mulai belajar disekolah.  Bagaimana hal ini tidak terjadi, guru-guru mereka berasal dari negeri seberang. Guru-guru tersebut sangat difasilitasi oleh pemerintahnya.
              Pendidikan merupakan hal yang penting bagi keberlangsungan suatu bangsa. Dengan pendidikan yang baik, moral bangsa pun dapat meningkat kearah yang lebih baik, dan bukan tidak mungkin Indonesia juga dapat sejajar dengan negara-negara maju dan mampu menciptakan lebih banyak teknologi baru dan juga hak paten.
                Namun sudahkan pemerintah tegas mengatasi hal ini?. kurangnya tenaga pendidik dan kependidikan mejadi salah satu masalah yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan di daerah perbatasan. Kurangnya pegawai tetap untuk mengajar di daerah dan kurangnya kepedulian pemerintah untuk menyejahterakan kehidupan para guru di perbatasan, serta tidak meratanya guru yang mengajar di Indonesia adalah beberapa kendala untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.
                      Relakah negeri ini kehilangan  pejuang muda yang akan membangun Indonesia kelak?. Kalau kita melihat tayangan di televisi yang menampilkan anak-anak kecil diperbatasan yang sekolah dengan ruangan sangat alakadarnya, dan mereka sangat sulit melafalkan beberapa kalimat dalam Bahasa Indonesia. Pernah aku melihat tayangan di televisi yang menampilkan seorang anak yang tinggal diperbatasan Indonesia-Filipina, dan anak tersebut kesulitan membaca nama bapak presiden kita Susilo Bambang Yudhoyono. Harus bagaimana lagi kita menanamkan jiwa nasionalisme terhadap generasi penerus bangsa, apabila berbicara dengan Bahasa Indonesia pun mereka kesulitan. Bagaimana caranya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar penduduknya yakni pendidikan agar anak-anak Indonesia terbebas dari ketertinggalan?, padahal pada isi UUD 1945 berbunyi " Mencerdaskan Kehidupan Bangsa "
                Semoga Indonesia dapat mencapai Kemerdekaannya dalam hal pendidikan. meratanya pendidikan di Indonesia adalah hal yang harus di perjuangkan oleh pemerintah Indonesia, agar semua anak dapat merasakan fasilitas yang sama. Tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa membaca dan menulis, tidak ada lagi mereka yang harus jalan kaki sangat jauh untuk mencapai sekolah, tidak ada lagi mereka yang harus putus sekolah, tidak ada lagi guru yang tidak ada diruang kelas mereka..







Postingan ini adalah kurikulum KOMBUN periode ke 2 bulan Agustus 2014, dengan tema Generasi Muda Bicara Kemerdekaan Indonesia ke-69.



Referensi: 
http://pandifkipuntan.wordpress.com/2013/12/01/potret-pendidikan-di-daerah-perbatasan-terdepan-sekaligus-terbelakang-2/
http://www.siperubahan.com/read/544/MATI-SURINYA-NASIONALISME-PERBATASAN



1 komentar: